Dear Ntiw

March 18, 2015 § Leave a comment

Halo Tiwi!

Sebelum saya membalas suratmu, saya ingin bertanya.

Kamu kenapa? Kok kamu begitu kaku seperti menjawab wawancara kerja untuk kali pertama. Santai saja, saya tidak menggigit kok.

Lagi pula, bagaimana caranya saya menggigitmu melalui surat?

Kamu bilang semoga kita bisa berbagi banyak hal. Karena itu santai saja, silakan berbicara dengan saya selayaknya kamu berbicara pada teman-temanmu yang lain. Atau seperti kamu berbicara dengan Teh Upi? Selama kamu nyaman, kenapa tidak?

Lagi pula saya bukan orang yang mempermasalahkan tata krama hanya karena orang itu baru mengenal saya. Saya bahkan tidak keberatan jika kamu langsung memanggil saya dengan sebutan nama, anggap saja saya teman sebayamu. Lagi pula saya belum begitu tua, beda umur kurang atau lebih dari lima tahun bagi saya itu masih termasuk sebaya. Jadi, silakan berbicara apa saja.

Eh, ssstttt… ~Kita bisa gosipin Teh Upi juga lho, kalo kamu mau..

Hahaha

Ngomong-ngomong,
kalian menang kuis apa? Kok bisa-bisanya menangnya barengan? Ih, saya juga mau dooong!

Eh tapi, menang apa dulu? Saya bukanlah orang yang tertarik pada suatu hal karena itu gratis kalau saya tidak memerlukannya. Saya lebih memilih membayar mahal apa yang saya inginkan dari pada mendapat hal yang tidak saya perlukan dengan gratis. Well, mungkin itu juga kenapa saya tidak pernah menang kuis.

Mengenai solo traveller, sudahkah kamu traveling ke Solo?

~Solo traveling belum lengkap tanpa ke Solo~

Oke, saya bercanda.

Sudahkah kamu traveling bersama teman-temanmu? Melakukan perjalanan sendirian memang bisa membuat kita lebih berani dan mengerti tentang diri kita sendiri. Tapi melakukan perjalanan bersama teman-teman bisa membuatmu belajar banyak hal dari mereka, lebih mengenal mereka, bahkan mengenal dirimu sendiri.

Sebab, kadang kala dibutuhkan keberadaan orang lain untuk memahami diri sendiri.

Saran saya, cobalah kamu berkunjung ke Malang. Saya belum pernah ke sana memang, tapi menurut teman yang pernah berkunjung ke sana, Malang lebih ramah untuk kamu kunjungi.

Tapi untuk permulaan, ya berkunjung saja dulu ke tempat Teh Upi. Datang saja ke Jatinangor, dia belum ada yang punya~ (kalau kamu tahu saya memparodikan lagu apa, selera musikmu hebat).

Saya sendiri pernah mengunjungi beberapa kota, beberapa di antaranya saya datang ke sana sendirian. Tapi bukan dalam rangka traveling, lebih untuk menunaikan suatu keperluan. Jadi saya sepertinya bukan orang yang tepat untuk diajak ngobrol mengenai traveling.

morning

Sikunir, Dieng | sumber: dok. pribadi

Namun saya sarankan kamu menyempatkan diri berkunjung ke puncak gunung. Gunung mana saja. Cobalah mengalami bagaimana rasanya berpijak pada negeri di atas awan seperti itu. 😉

Oh ya,

Kalau kamu memperhatikan, saya sering membagi link video lagu-lagu kesukaan saya di twitter. Sebagian besar di antaranya lagu-lagu musisi Jepang.

Saya sangat menyukai lagu J-Rock dan J-Pop… ah siapa juga yang tidak suka Jepang. Saya rasa sebagian besar orang menyukai negeri matahari terbit itu. Meski hanya satu bagian kecil, bagi seseorang, selalu saja ada hal menarik dari negeri itu.

Ah, ya. Kita bisa berbicara banyak hal mengenai ini lain waktu.

Mungkin itu saja.

Selamat pagi, Tiwi. Semoga harimu menyenangkan!

 

 

Advertisements

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dear Ntiw at Penanak Nasi.

meta

%d bloggers like this: